Showing posts with label Racing. Show all posts
Showing posts with label Racing. Show all posts

Tuesday, October 5, 2010

New South Park Episode Takes on NASCAR - With Teaser Video


Being avid fans of South Park here at Carscoop, we couldn't pass up the chance to show you a preview video of tomorrow's [October, 6] mid-season premiere episode of the animated series titled "Poor and Stupid" that takes a humorous stab at the world of NASCAR.

In the teaser after the jump you can watch bad-boy Eric Cartman getting ready to take on the pros at NASCAR with the help of Leopold "Butters" Stotch as his crew chief. "Don't worry, Butters," says Cartman, "I've learned everything I can about being poor and stupid. I'm ready for NASCAR." Ouch...

Via: Jalopnik , Source: South Park




Sunday, October 3, 2010

Dodge debuts V10 Viper-powered Challenger for the strip


Dodge is ready to keep fighting the Mustang Cobra Jet a quarter mile at a time. With its latest Drag Pack, available on the 2011 Challenger, Dodge has decided to ditch the 6.1-liter V8 and drop in the Viper's 8.4-liter V10 backed by a two-speed automatic racing transmission.

The new Dodge will make its debut at the Viper Owner's Invitational taking place in Salt Lake City, followed by a stop at SEMA in November on its way to Orlando.

Mopar CEO and President Pietro Gorlier says, "With the introduction of our new 2011 Mopar Challenger Drag Pak, Mopar will be the only place to get a factory-built V10-powered race-ready drag car. Mopar's new Challenger Drag Pak is a race rocket that will appeal to racers, collectors, dealers, and Dodge Viper owners."

The Drag Pack-equipped Challenger will be available in either Stock Eliminator or Super Stock form. It rides on comp tires and comp wheels attached to a solid rear axle; the car also gets a comp fuel system and fuel cell. Options include a $7,950 competition package (which adds an 8-point cage, 6-spoint harness, and a mesh window net), a $6,800 paint option (instead of the bright white), and a $950 body wrap.

All this V10 drag strip Challenger goodness comes at a price though: an MSRP of $85,512 for each of the 70 examples Mopar will build. That's good for the race teams, but how about give it a street-able powertrain and turn this into a special edition production version of 2009's Challenger SRT10. That was one of the sweetest modern Challengers I've ever seen.

By Phil Alex




_______________________________GALLERY_______________________________


Friday, October 1, 2010

Paris Show: Citroën Unleashes DS3 WRC Contender


Joining the world premieres of the MINI Countryman WRC and Ford Fiesta RS WRC at the 2010 Paris Motor Show, is Citroën's all-new contender for the 2011 World Rally Championship, the DS3 WRC in full racing livery.

The French firm's replacement for the multi-championship winning C4 WRC fully complies with the new FIA regulations with power coming from a 300hp 1.6-litre direct-injection turbocharged engine. The car also gets a four-wheel-drive system that incorporates a six-gear sequential gearbox and front and rear mechanical differentials.

"The DS3 WRC is designed to limit the budgets required to compete in the WRC", said Citroën in a statement. "The new FIA rules ban costly materials such as titanium and carbon-fibre, and standardise certain parts like the turbocharger and limit the changes that can be made to the vehicle during its lifetime. Rally nevertheless remains a great testing ground for driving new advances in vehicle technology."

The new DS3 WRC will make racing debut at the Rally Sweden in February 2011. The French firm has already confirmed two teams of the next racing season, Sébastien Loeb / Daniel Elena and Sébastien Ogier / Julien Ingrassia.


_______________________________GALLERY_______________________________


Friday, September 18, 2009

Transmisi Close Ratio

rasio close

rasio close

Sms seorang kawan menggelitik saya sore ini, dia bertanya apa sih fungsi dan bagaimana sebuah transmisi close ratio bekerja. Bukan, saya tidak bermaksud mentertawakan pertanyaannya, namun yang lucu adalah dia sudah order sebuah transmisi close ratio untuk motor balapnya lebih dari sepekan lalu, hanya saja baru sekarang bertanya sesaat sebelum saya kirim paket close rasio untuk drag untuknya.

Well… di sms saya tidak bisa menjelaskan panjang lebar, tapi disini saya coba untuk memberikan pemahaman apa manfaat racing part yang teman-teman sudah order dari kami. Dan bagi yang punya motor balap tapi belum instal close ratio, hmmm… jangan terlalu lama menahan diri :D

Sebuah transmisi CLOSE RASIO merupakan seperangkat gigi-gigi penerus daya dimana mereka memiliki perbedaan yang kecil antar setiap nilai perbandingan terhadap tingkatan selanjutnya. Secara konsekwen, catat bahwa arti kata close adalah : berdekatan. Angka-angka perbandingan gigi rasio ada dalam rentang numerik yang lebih kecil, hingga saling mendekati satu sama lain.

Dalam konteks transmisi close rasio, sebuah perangkat transmisi yang memiliki perbedaan rentang nilai jauh antar tiap gigi disebut transmisi lebar.

Sebagai contoh, perbandingan transmisi close dengan yang standard. Ini adalah tabel transmisi 5-speed dengan transmisi standard dan transmisi yang akan dibuat lebih rapat.

Gear Ratio (stock transmission) Ratio (close-ratio)
1st 3.25 2.60
2nd 1.90 1.66
3rd 1.20 1.35
4th 1.00 1.15
5th 0.80 1.00

Lihat bagaimana transmisi pada umumnya, terutama gigi terakhir (gigi 4 atau 5) menunjukkan nilai berat (biasanya bernilai dibawah 1) yang disebut nilai OVERDRIVE. Terus kenapa pabrikan membuat transmisi yang gak asik kaya gini? Tentu para insinyur memiliki maksud tertentu, yaitu gigi overdrive dipakai untuk penghematan pemakaian bahan-bakar dengan RPM relatif rendah apabila menemukan jalan yang sangat lurus dan panjang. Tipe gigi seperti ini tidak diperlukan dalam balap!

Taking From OTOMOTIF.NET

INDOPRIX (photo taken from: OTOMOTIFNET )

Sebagaimana tujuan mekanik balap membuat transmisi close ratio adalah, agar motor selalu berada pada gigi yang secara simultan berelasi terhadap RPM mesin saat meraih tenaga besar, lebih cepat keluar dari tikungan, mampu menjaga putaran mesin saat memasuki tikungan dengan rolling speed, atau untuk drag adalah untuk “menghabiskan” tenaga tepat sesuai panjang lintasan agar tidak terlalu banyak nafas yang mubadzir tidak digunakan. Jadi pasang close ratio berpahala dong, kan tujuannya biar gak mubadzir? hehehe… who knows? :P

Dengan kata lain, kerapatan dari rasio pada transmisi close didapat dari menekan kutub-kutub transmisi : Yaitu, meningkatkan rasio gigi rendah, dan merendahkan rasio gigi yang lebih tinggi.

APLIKASI

Sebuah transmisi bertipe close rasio di desain untuk membuat sebuah mesin agar tetap berada di kecepatan oprasi mesin yang relatif sempit. Sementara, rasio lebar (standard) bekerja optimal untuk mesin yang beroprasi pada kecepatan tinggi dengan sedikit pindah-pindah gear. Transmisi close ratio hanya akan ada di motor balap, kenapa? Karena dengan torsi yang meningkat drastis, alangkah baiknya jika lontaran itu disalurkan menjadi secara efisien pada roda, sehingga motor terlempar bukan terangkat :)

Balapan adalah keahlian mengendarai pada kecepatan tinggi, mendekati kecepatan puncak yang mampu diraih oleh tenaga mesin motor kita. Kecepatan harsu dikurangi apabila memasuki tikungan pada beberapa model kurva. Dengan rentang kecepatan pada lomba / sirkuit tertentu, mungkin akan sangat berguna jika memiliki beberapa pilihan reduksi gigi rasio dengan tujuan untuk memaksimalkan laju motor pada kecepatan maksimum mesin.

Motor balap tidak harus berhadapan dengan kemacetan lalu lintas, yang mengharuskan pengendara melakukan stop-and-go, melewati persimpangan dan harus hati-hati toleh kanan-kiri, atau bahkan mendaki gunung melewati lembah dengan kecepatan rendah. Motor balap juga tidak memiliki aturan agar hemat bahan-bakar saat berjalan pada RPM rendah. Oleh karena itu, masuk akal bila memiliki gigi rasio yang mendukung situasi mengemudi yang tidak memerlukan variasi gigi rasio seperti di lalu lintas pada umumnya. Dan karenanya seringkali transmisi standard pabrikan hanya beberapa gigi yang secara efektif berguna pada situasi balap. Jika memakai transmisi standard, pada road race misalnya, seringkali setelah lepas start, gigi pertama dan kedua jarang dipakai lagi. Lebih lanjut, gigi tertinggi (gigi 4) bisa jadi terlalu tinggi bagi motor sehingga RPM tertahan dan sulit mencapai top speed pada trek lurus dan panjang. Gigi paling tinggi haruslah membantu agar top speed motor dapat pas dengan RPM puncak tenaga mesin, dimana power mesin cukup untuk melawan hambatan udara dan berbagai impedansi.

Transmisi dengan rasio lebar mungkin juga secara mudah menjadi terlalu jauh untuk mendapatkan akselearasi yang cepat, dikarenakan antar perpindahan gigi membuat RPM menjadi turun begitu rendah. Misalkan kita bicara, sebuah mesin memiliki rentang tenaga antara 8500 – 10.000 RPM. Perpindahan gigi dari rasio 1.20 ke 0.9 akan menurunkan RPM sebanyak 25%. Bahaya bila kecepatan mesin jatuh terlalu jauh keluar zona tenaga. Dalam sekejab, jika gigi di umpan pada 10.000 RPM, mesin akan turun ke 7.500 RPM, dimana di area ini tenaga lebih kecil. Pendakian dari 7500 RPM ke 8500 RPM akan terasa berat, hingga saat dia memasuki power band sesungguhnya mesin akan bereaksi galak. Secara kontras, jika rasio diubah menjadi 1.150 dan pasangannya 1.000 nilai ini menghasilkan penurunan RPM hanya sebesar 13%. Dioper pada 10.000 RPM dan mesin masih cepat teriak di 8.700 RPM menuju 10.000 RPM lagi dengan waktu singkat.

CLOSE RASIO
CLOSE RASIO

Close rasio gearbox : Yamaha Jupiter Z / Vega, Yamaha F1zr, Suzuki Smash/shogun, Honda Supra/Legenda, Honga Tiger.

Karburator Racing

PWK Carburetors
Producing power without compromise.
PWM Carburetors
An improvement over the best.
PJ Carburetors
The best selling carburetor for two stroke engines.
PE Carburetors
The carburetors that satisfy millions of people.

Bagaimana memilih karburator yang sesuai dengan kebutuhan mesin yang sudah kita bangun dan balap yang akan kita ikuti? Dengan banyaknya karburator aftermarket beserta kemasan-kemasan menggiurkan tentu membuat kita kesengsem dan takutnya menjadi gila belanja barang seperti tante-tante tanpa melihat kebutuhan. Asal karbu GEDE pasti kenceng! Keliru = Brebet mungkin iya hehehehe… :) Walaupun karburator kecil asal kita dapat menemukan setelan yang pas akan jauh lebih baik.

Hanya sedikit berbagi ilmu tentang formula menentukan ukuran karburator ideal dengan kapasitas silinder mesin serta rpm max power yang diinginkan. Buka aplikasi calculator di komputer kalian dan siap menghitung.

THROTLE = VARIAN x SQRT ( DISPLACEMENT * PEAK )

Dimana THROTLE adalah nilai besaran venturi karburator yang kita butuhkan, merupakan diameter lubang dalam karburator dengan satuan millimeter. Ukuran ini nantinya menentukan karburator yang sesuai dengan RPM power mesin.

DISPLACEMENT adalah satuan kapasitas isi silinder dalam LITER.

PEAK yaitu puncak tenaga mesin pada putaran mesin maksimum yang ingin dikejar.

VARIAN adalah konstanta penentu apakah mesin kamu special engine ataukah mesin produksi massal. Nilai varian memiliki rentang 0.65 hingga 0.9 , dimana motor Moto GP memakai nilai maksimal yaitu 0.9, sehingga kelas MOTO GP 125 cc dimana mesin mampu berkitir hingga 14.000 RPM berani memakai karburator gambot sebesar 38mm, sedangkan kelas drag bike lokal biasanya cukup memakai karburator 34mm.

Sebagai contoh,

Kita ambil sebuah motor standar Jupiter z missal, dengan kapasitas 107cc, ingin mencapai tenaga di putaran 7500 RPM. Varian yang dipakai adalah 0.6

Sehingga ketika dimasukkan ke dalam rumusan tersebut adalah sebagai berikut :

THROTLE = 0.6 x sqrt ( 0.107 * 7,500 )

Didapat hasil Throtle adalah 16.9 atau jika dibulatkan adalah 17mm, itu merupakan spek standard pabrik yang tentunya sudah dihitung cocok untuk dipakai harian, nyaman dipakai menggonceng pacar -bagi yang jomblo ga usah iri :)

Motor dengan spek seperti ini jauh dari kata bikin ribet. Tapi kalo turun balap ya keburu kehabisan nafas dan ditinggal minum kopi sambil rokokan ama lawan di garis finish hehehehehhehe… Kasian.


Jika kita turun balap drag bike dengan motor jupiter z di kelas 125cc, biasanya tuner menggandeng karburator PE 28mm bukan tanpa alasan, karena tugas karburator tersebut harus mampu mensupport hingga 14.000 RPM, tinggal bagaimana CDI mampu menghasilkan kurva pengapian yang pas serta membuka limiter putaran mesin. Lantas mengapa MIO drag yang notabene memiliki kapasitas 200 cc juga memaki karb 28mm? Mungkin dikarenakan ingin mengejar performa mesin di putaran rendah, karena motor matic optimasi RPM ada di sekitar 8.000 RPM, oleh karena itu dengan perhitungan matang maka awal modifikasi yang presisi bisa berawal dari sini.

Kemampuan karburator mengatomisasi bahan-bakar serta fokus menyebar tenaga pada rentang RPM yang luas harus diimbangi klep dan ruang porting yang selaras.

Nah, seberapa besar reamer karburator ataukah keputusan untuk mengganti karburator dengan venturi yang lebih besar dapat berawal dari rumusan ini. Jadi keputusan yang bijak dapat menghasilkan pilihan karburator yang asyik dipakai harian, oke diajak turing, ataupun bertenaga istimewa saat dipacu untuk balap.

BEST REGARDS,

D.SWEGA

R.A.T MOTORSPORT INDONESIA

Visit us @ Desa Tropodo Indah N 26-28

WARU – SIDOARJO

East Java – Indonesia

Postal code : 61256

contact us @ PH : 0856.455.77.007

mail us @ dragswega201@yahoo.com